Menurut Al-Qur'an, tujuan utama penciptaan manusia dan jin adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya:
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56) (Kurtubî — el-Câmi' li-Ahkâmi'l-Kur'ân, s. V17/P054)
Ayat ini menjelaskan bahwa ibadah adalah inti dari keberadaan kita. Namun, makna "menyembah" di sini memiliki cakupan yang luas. Sebagian ulama menafsirkan "menyembah" sebagai pengakuan dan pengesaan terhadap keesaan Allah (tauhid). (Kurtubî — el-Câmi' li-Ahkâmi'l-Kur'ân, s. V17/P054; Fahreddin Râzî — Mefâtîhu'l-Gayb, s. V32/P082). Ada juga yang berpendapat bahwa maksudnya adalah agar manusia mengenal Allah (ma'rifah), karena tanpa penciptaan-Nya, manusia tidak akan mengenal keberadaan dan keesaan-Nya. (Kurtubî — el-Câmi' li-Ahkâmi'l-Kur'ân, s. V17/P054).
Penting untuk dipahami bahwa Allah tidak membutuhkan ibadah kita. Dia adalah Ar-Razzâq (Maha Pemberi Rezeki) yang Maha Kuat dan Maha Kokoh. (QS. Adz-Dzariyat: 57-58) (Kurtubî — el-Câmi' li-Ahkâmi'l-Kur'ân, s. V17/P054; İbn Kesîr — Tefsîrü'l-Kur'âni'l-Azîm, s. V07/P423). Justru, ibadah ini adalah untuk kebaikan dan keselamatan diri kita sendiri, baik di dunia maupun di akhirat.
Al-Qur'an juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau belaka. (QS. Al-An'am: 32) (Taberî — Câmiü'l-Beyân, s. V09/P217; Kurtubî — el-Câmi' li-Ahkâmi'l-Kur'ân, s. V17/P253). Keindahannya bersifat sementara, seperti tanaman yang tumbuh subur setelah hujan, namun kemudian mengering dan hancur. (QS. Al-Hadid: 20) (Beğavî — Meâlimü't-Tenzîl, s. V08/P038; İbn Kesîr — Tefsîrü'l-Kur'âni'l-Azîm, s. V08/P023). Oleh karena itu, tujuan hidup yang sesungguhnya adalah mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat yang kekal.
Dalam surah Al-'Asr, Allah SWT menegaskan bahwa sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. (QS. Al-'Asr: 1-3) (Fahreddin Râzî — Mefâtîhu'l-Gayb, s. V32/P082). Ini menunjukkan bahwa iman dan amal saleh adalah kunci untuk terhindar dari kerugian dan meraih kebahagiaan hakiki.
Jadi, secara ringkas, tujuan hidup menurut Al-Qur'an adalah untuk beribadah kepada Allah SWT dengan penuh keimanan dan amal saleh, sebagai bekal untuk kehidupan akhirat yang abadi, serta menyadari bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sementara.