Qur'an&Sunnah

Apa saja enam rukun iman dalam Islam?

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh!

Semoga Anda dalam keadaan baik. Terima kasih telah mengajukan pertanyaan yang sangat penting ini mengenai rukun iman dalam Islam. Saya akan berusaha menjelaskan berdasarkan sumber-sumber yang saya miliki.

Rukun Iman dalam Islam

Rukun iman adalah pilar-pilar keyakinan yang menjadi dasar bagi seorang Muslim. Tanpa meyakini rukun-rukun ini, keimanan seseorang tidak akan sempurna. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ketika seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang iman, beliau menjawab:

"أن تؤمن بالله، وملائكته، وكتابه، ولقائه، ورسله، وتؤمن بالبعث الآخر" (Artinya: "Yaitu engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya, dan beriman kepada hari kebangkitan setelah mati.")

(Sumber: Müslim — el-Câmiu's-Sahîh, V01/P038–V01/P039)

Hadis ini, yang juga diriwayatkan dalam berbagai versi di sumber lain seperti Bukhari, Nasâî, dan Tirmidzi (dalam konteks hadis Jibril), menjelaskan bahwa rukun iman terdiri dari enam perkara pokok. Mari kita uraikan satu per satu:

  1. Iman kepada Allah (الإيمان بالله): Meyakini keesaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, bahwa Dia adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Dia memiliki sifat-sifat kesempurnaan. (Sumber: Buhârî — el-Câmiu's-Sahîh, V01/P010–V01/P013; Nesâî — es-Sünen, V06/P527–V06/P528; Nevevî — el-Erbaûn (Kırk Hadis), V01/P047–V00/P000)

  2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah (الإيمان بملائكته): Meyakini keberadaan malaikat sebagai makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya, memiliki tugas-tugas tertentu, dan tidak pernah membangkang terhadap perintah Allah. (Sumber: Buhârî — el-Câmiu's-Sahîh, V01/P010–V01/P013; İbn Kesîr — Tefsîrü'l-Kur'âni'l-Azîm, V06/P353–V06/P354; Beğavî — Meâlimü't-Tenzîl, V01/P060–V01/P062)

  3. Iman kepada Kitab-kitab Allah (الإيمان بكتبه): Meyakini bahwa Allah menurunkan kitab-kitab suci kepada para rasul-Nya sebagai petunjuk bagi manusia. Kitab-kitab ini meliputi Zabur, Taurat, Injil, dan Al-Qur'an sebagai kitab penutup yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjadi pedoman abadi. (Sumber: Buhârî — el-Câmiu's-Sahîh, V01/P010–V01/P013; Beğavî — Meâlimü't-Tenzîl, V01/P060–V01/P062)

  4. Iman kepada Rasul-rasul Allah (الإيمان برسله): Meyakini bahwa Allah mengutus para rasul untuk menyampaikan risalah-Nya kepada umat manusia. Para rasul adalah manusia pilihan yang diberi wahyu dan tugas untuk membimbing umat ke jalan yang benar. Termasuk di dalamnya adalah keyakinan bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah penutup para nabi. (Sumber: Buhârî — el-Câmiu's-Sahîh, V01/P010–V01/P013; Nevevî — el-Erbaûn (Kırk Hadis), V01/P047–V00/P000; Müslim — el-Câmiu's-Sahîh, V01/P038–V01/P039)

  5. Iman kepada Hari Akhir (الإيمان باليوم الآخر): Meyakini adanya kehidupan setelah kematian, yaitu kebangkitan dari kubur, perhitungan amal (hisab), timbangan (mizan), surga (jannah) sebagai balasan bagi orang beriman, dan neraka (nar) sebagai balasan bagi orang kafir. (Sumber: Müslim — el-Câmiu's-Sahîh, V01/P038–V01/P039; Eş'arî — el-İbâne an Usûli'd-Diyâne, V01/P026–V01/P032; İbn Kesîr — Tefsîrü'l-Kur'âni'l-Azîm, V06/P353–V06/P354)

  6. Iman kepada Qada dan Qadar (الإيمان بالقدر خيره وشره): Meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi, baik maupun buruk, adalah atas kehendak dan ketetapan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ini tidak berarti menghilangkan kehendak dan usaha manusia, melainkan meyakini bahwa usaha manusia berada dalam pengetahuan dan kekuasaan Allah. (Sumber: Müslim — el-Câmiu's-Sahîh, V01/P036–V01/P038; Nesâî — es-Sünen, V06/P527–V06/P528; Ebû Dâvûd — Sünen, V04/P222–V04/P224)

Perlu dicatat bahwa sebagian riwayat menyebutkan "bertemu dengan-Nya" (لقائه) sebagai salah satu rukun iman, yang dapat diartikan sebagai keyakinan akan adanya pertemuan dengan Allah di akhirat kelak atau keyakinan akan kebenaran wahyu yang dibawa oleh para rasul-Nya. (Sumber: Müslim — el-Câmiu's-Sahîh, V01/P038–V01/P039)

Iman ini bersifat meyakinkan di dalam hati, yang kemudian diwujudkan melalui perkataan dan perbuatan. (Sumber: Buhârî — el-Câmiu's-Sahîh, V01/P010–V01/P013; Abdülkâdir Geylânî — el-Gunye, V01/P134–V01/P136; Beğavî — Meâlimü't-Tenzîl, V01/P060–V01/P062)

Sumber

Jawaban hanya bersandar pada sumber klasik domain publik dan menyebutkannya. Untuk masalah pribadi, mohon bertanya kepada ulama yang berkompeten.

Pertanyaan